Dari Talisayan Menuju Derawan

Pulau Seribu Sungai adalah julukan pulau besar yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi ini karena banyaknya sungai yang mengalir. Selain itu, Kalimantan juga mempunyai julukan lain, yaitu Pulau Borneo. Kalimantan memiliki hutan yang lebat. Hutan Kalimantan ialah habitat alami bagi hewan orang utan, gajah borneo, badak borneo, landak, rusa, tapir, dan beberapa spesies yang terancam punah.

Kalimantan juga memiliki destinasi wisata laut yang tak kalah indah dengan beragam biota laut yang memukau. Sebut saja Hiu Paus atau yang terkenal dengan sebutan whaleshark, ikan Pari Manta, penyu raksasa, ubur-ubur tanpa sengat, dan berbagai biota laut lainnya.

Pesawat landing dengan mulus siang itu di Bandar Udara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur dalam guyuran hujan. Akhir Maret 2017 cuaca memang masih belum memasuki kemarau. Hujan masih sering mengguyur bumi Indonesia.

Bosan 2 bulan tidak pergi ke laut karena cuaca yang tidak memungkinkan, maka kali ini diputuskan untuk menjelajahi destinasi wisata laut yang sudah sangat terkenal di Kalimantan Timur. Pulau Derawan, dan tentu saja beserta beberapa destinasi wisata lainnya. Termasuk Danau Labuan Cermin dan Talisayan yang sangat terkenal dengan whaleshark atau hiu pausnya yang mana keduanya juga berada di Kabupaten Berau.

Berburu Hiu Paus di Talisayan

Berburu Hiu Paus di sini maksudnya bukan berburu untuk dibunuh atau dimanfaatkan untuk sesuatu, tetapi berburu di sini maksudnya adalah mencari untuk bertemu, untuk berphoto, dan agar mengenal lebih dekat.

Talisayan sudah sangat terkenal dengan hiu pausnya yang sering mengunjungi bagan-bagan nelayan di laut lepas. Berangkat dari homestay sehabis Adzan Shubuh, berharap bertemu dengan mereka meskipun dengan kondisi langit yang agak berawan. Dengan menggunakan perahu kecil, rombongan berangkat membelah laut lepas. Suasana masih gelap, bulan nampak malu-malu menampakkan diri.

DSCN1381 Talisayan

Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya sampailah ke bagan-bagan nelayan pencari ikan. Gelombang mulai meninggi, gerimis kecil mulai turun. Duhh…dag dig dug apalagi saat memandang ke air, terlihat hitam dan gelap. Beberapa nelayan melemparkan ikan-ikan kecil dan potongan-potongan daging ikan besar ke dalam air.

Ku arahkan pandangan ke bawah, Ya Tuhan, kulihat sesosok bayangan besar bertutul melintas di bawah perahu. Dan itulah yang dicari, Hiu Paus atau biasa juga disebut whaleshark. Raksasa jinak yang bisa bersahabat dengan manusia. Hiu ini merupakan pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Ukuran rata-rata hewan dewasa ini diperkirakan sekitar 9.7 meter.

Tak menunggu waktu lama meskipun gelompang agak tinggi, kujatuhkan diri ke air. Gelap, sesaat rasa takut menyergap, ku raih pinggiran perahu untuk sejenak menenangkan diri sambil diayun-ayun gelombang kencang. Diam menunggu ada kawan lain yang menceburkan diri ke air. Akhirnya setelah ada beberapa nelayan berikut ABK yang menceburkan diri, barulah mulai muncul keberanian.

Sekitar 4 ekor hiu paus dewasa menampakkan diri seolah mengajak bermain. Berenang diantara perahu kami. Mereka dengan tenangnya makan ikan-ikan yang dilemparkan oleh para nelayan di bagan. Sepertinya hal tersebut sudah sangat biasa, makanya hiu paus tersebut tidak merasa terganggu dengan kehadiran manusia di dekat mereka.

DSCN1364.JPG

Karena angin semakin kencang dan awan hitam pekat semakin mendekat, maka perburuan ini kami sudahi. Kami bergegas kembali ke homestay untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Derawan. Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Batu menyeberang menuju Pulau Derawan bisa ditempuh selama sekitar 15 menit dengan speedboat berkekuatan sedang.

Menanti Senja di Pulau Derawan

Derawan, sekalinya disebut pasti banyak orang yang sudah mengetahuinya. Pulau eksotis di Kalimantan ini memang sudah sangat dikenal oleh dunia. Pulau kecil ini berpenduduk padat dan dikelilingi pasir putih dan pantai yang cantik.

Pengunjung bisa bersepeda untuk mengelilingi pulau ini. Tak perlu waktu yang lama untuk berkeliling dikarenakan pulau ini tidak begitu luas. Kita bisa bersepeda menyusuri jalanan pinggir pantai untuk menikmati deburan ombak sambil sesekali berhenti sejenak untuk bermain air dan menunggu matahari terbenam.

Apabila menginap di Pulau Derawan disarankan memilih penginapan water cottage, karena menyenangkan sekali apabila kamar kita langsung berada di atas air. Jika lelah berkeliling dengan sepeda, kita bisa kembali ke penginapan. Menanti matahari tenggelam bersama teman-teman di atas jetty.

Dan selain pemandangan indah laut lepas dengan speedboat berlalu lalang yang didapat, sering juga muncul beberapa ekor penyu besar dari dalam air. Tapi jarang sekali mereka mau muncul naik ke permukaan. Penyu-penyu itu nampaknya lebih nyaman berenang di dalam air. Hanya sekedar menampakkan bayangan hitam jika di lihat dari atas. Ketika sesekali muncul ke permukaan, cepat-cepat kami berusaha memotretnya.

DSC_0743.jpeg

Tapi mereka cepat sekali menghilang di air, berenang menjauh. Mungkin malu. Saat matahari sudah tenggelam, tibalah saatnya kita berburu makan malam di perkampungan Derawan. Tak sulit untuk mencari makanan, banyak rumah makan di sini. Dan ada beberapa makanan yang menarik untuk dicicipin seperti contohnya sate cumi yang pembelinya sudah mengantri.

DSC_0748 Derawan.jpg

Makan sate cumi dan kelapa muda di malam cerah bertabur bintang bersama teman-teman yang menyenangkan, tentunya akan menjadi saat yang tak terlupakan.

Menyelami kedalaman laut Pulau Sangalaki dan Palung Kakaban

Pulau Sangalaki merupakan bagian dari Kepulauan Derawan. Pulau ini memiliki lagon dangkal berdasar pasir dan ditumbuhi oleh karang dan lamun (sejenis rumput yang hidup di dasar laut). Perairan di sekitarnya merupakan taman laut yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata bawah air. Terdapat beraneka ragam biota laut termasuk Pari Manta yang terkenal.

DSCN1462 Sangalaki.jpg

Maka tak heran jika para penyelam sangat menyukai tempat ini. Ada beberapa titik penyelaman yang terkenal di Pulau Sangalaki : Channel Entrance, Coral Gardens, Turtle Town, Sandy Ridge, Manta Run, Sherwood Forest, Manta Parade, Manta Avenue, Eel Ridge, Lighthouse, dan The Rockies.

Sayangnya, waktu di Manta Avenue, saya hanya dapat menangkap 1 gambar ikan pari manta, itu pun hanya nampak samar-samar dikarenakan gelombang laut dan air yang sedang keruh. Untuk menuju Sangalaki bisa dari Pelabuhan Tanjung Redeb atau Pelabuhan Tanjung Batu. Jarak tempuh paling dekat adalah dari pelabuhan Tanjung Redeb.

Puas bermain di perairan Sangalaki, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Kakaban. Pulau Kakaban merupakan bagian dari Kepulauan Derawan juga. Setelah puas bermain dengan ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban, kami langsung menuju ke destinasi menantang adrenalin yang berikutnya, Palung Kakaban.

DSCN1584 Kakaban.jpg

Palung Kakaban berada tidak jauh dari garis pantai Pulau Kakaban. Pemandangan bawah laut di tempat ini sangat cantik. Koral beserta ikan warna-warni masih terjaga. Bagi yang bernyali besar, bisa mencoba menyelam di kedalaman palungnya. Gelap memang, tapi sangat menyenangkan rasanya ketika tubuh sudah tenggelam menembus airnya.

DSCN1600 Kakaban.jpg

Sekalinya menceburkan diri ke air, saya langsung terpesona dengan keindahannya. Benar-benar taman laut yang indah, meskipun ada beberapa bagian karang yang sudah rusak. Tetapi ikan-ikan yang luar biasa banyak membuat bagian yang rusak itu menjadi terabaikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s