Labengki, Miniatur Raja Ampat di Tenggara Sulawesi

Labengki, orang mengenalnya sebagai miniatur dari Raja Ampat. Jajaran pulau-pulau karst kecil di sekelilingnya memang benar menciptakan pemandangan seperti kita sedang berada di Raja Ampat.

Labengki sendiri adalah merupakan sebuah pulau yang terletak di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Tepatnya berada di sebelah Utara Kota Kendari. Penduduknya mayoritas adalah warga Suku Bajo yang tinggal di salah satu pulau kecil di perairan Labengki. Pulau Labengki bisa diakses dari 3 titik, yaitu Kendari, Desa Sawa, atau Lasolo. Pulau Labengki belum dikelola sebagai sebuah tujuan wisata, sehingga jika ingin ke sana butuh persiapan khusus.

Di kawasan pulau ini terdapat keindahan terumbu karang menawan dan mempesona bagi siapa saja yang mengunjunginya. Banyak deretan karang yang tentu saja tumbuh secara alami mengelilingi Pulau Labengki ini sehingga mempunyai daya tarik tersendiri. Selain itu, di pulau ini wisatawan bisa melakukan trekking, berenang, menikmati hamparan pasir putih, hingga berkeliling pulau.

Tak hanya itu, di pulau juga ini terdapat banyak titik penyelaman, bahkan lokasinya menjadi salah satu lokasi favorit bagi para penyelam. Selain menyelam, para pengunjung juga bisa bersnorkeling. Bahkan di pulau yang diklaim sebagai miniatur Raja Ampat ini, juga ada landscape yang sangat populer, landscape itu bernama Teluk Cinta. Sayangnya, waktu kami berkunjung ke sana, hujan turun sangat deras sehingga tidak memungkinkan untuk trekking melihat Teluk Cinta dari ketinggian.

Pulau Labengki juga merupakan pusat penelitian kelautan, konservasi, dan rehabilitasi berbagai spesies kima atau kerang raksasa (Tridacna) yang merupakan salah satu kima terbesar di dunia. Kima yang merupakan binatang langka tersebut biasa hidup di kedalaman sekitar 20 meter di Pulau Labengki. Jarak dari Kota Kendari, ibu kota provinsi sekitar 70 km. Pulau ini terdiri dari beberapa gugusan pulau karang besar serta pulau karang kecil sehingga pulau ini dibagi menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil.

Dari Kota Kendari perjalanan dengan menggunakan perahu motor bisa ditempuh selama 4 hingga 5 jam tergantung dari jenis perahu motor yang digunakan, melintasi perairan Banda Basin Utara. Apabila diakses melalui Lasolo tepatnya di Pelabuhan POLIARUT, bisa ditempuh selama 2 jam. Sedangkan dari Desa Sawa ke Labengki bisa ditempuh selama 1-2 jam tergantung kecepatan kapal dan cuaca. Ketiga akses ini bukan merupakan jalur umum, jadi tidak ada kapal yang standby selama 24 jam.

Di perjalanan kali ini rombongan menginap di sebuah homestay yang terdapat di Pulau Labengki Kecil. Homestay ini dikelola oleh warga Suku Bajo. Pulau Labengki Kecil merupakan pulau berpenduduk yang indah dengan pasir putih halus yang bertebaran. Begitu sampai di Pulau Labengki Kecil, rombongan kami disambut oleh penduduk warga Suku Bajo. Mereka terlihat sangat antusias menyambut kami.

Terlebih anak-anak kecilnya, mereka dengan riang gembira berceloteh dengan bahasa daerah yang membuat kami kebingungan tidak bisa menangkap maksudnya. Sambutan yang hangat, setelah setengah hari di atas perahu diombang-ambing ombak dan hujan yang cukup deras. Rasa bahagia kami menginjakan kaki di darat dan bertemu dengan warga Suku Bajo yang menyambut hangat, membuat rasa penat seketika memudar.

IMG_7509.jpg

Di pulau ini juga terdapat sebuah gua yang terkenal, yaitu Gua Kolam Renang. Gua ini letaknya tepat berada di belakang pemukiman warga. Gua ini dihiasi oleh batuan stalagmit yang menjulang. Sayangnya, waktu ke sana tidak bisa masuk karena mendung yang menyebabkan pencahayaan di dalam gua menjadi gelap. Di sisi lain pulau juga terdapat sebuah mercusuar yang ternyata masih aktif dipakai.

DSCN1763.jpg

DSC_0777.jpg

Di sekitar pantai terdapat rumah khas Suku Bajo. Rumah-rumah itu terbuat dari papan dan daun kelapa yang disusun rapi. Sebagian dari rumah tersebut berada di atas air laut, sebagian lagi berada di daratan pinggir pantai. Penduduk pulau ini memanfaatkan air hujan untuk mandi. Dan apabila hujan tidak turun, maka mereka mandi menggunakan air laut. Tetapi selain itu, penduduk juga memanfaatkan sumber air tawar yang ada di Pantai Pasir Panjang. Air tawar tersebut diambil dengan cara manual, tidak menggunakan selang yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk.

DSCN1786

Pantai Pasir Panjang adalah merupakan salah satu destinasi menarik yang ada di Pulau Labengki. Pantai Pasir Panjang memiliki pemandangan yang sangat indah. Jajaran pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang pantai sungguh menawan. Di samping itu, pasirnya yang putih dan lembut semakin menambah eloknya. Perpaduan antara warna hijau pepohonan kelapa dan putihnya pasir sungguh memikat mata pengunjung meskipun masih berada di jarak yang cukup jauh.

IMG_1821.jpg

Selain keindahan pantainya, pemandangan bawah airnya pun sangat memukau. Perairan Pasir Panjang memiliki keindahan yang luar biasa. Berbagai biota laut hidup di sana dan masih terjaga kealamiannya. Koral meja pun menghiasi taman lautnya, terhampar lebar menjadi arena bermain ikan-ikan kecil dan bintang laut.

DSCN1762.jpg

Bintang laut yang hidup di perairan ini semua berwarna biru. Karena saat itu, tidak terlihat satupun bintang laut yang berwarna selain biru. Para bintang laut itu menempel pada koral-koral warna warni dan ada juga yang berada di pasir putih pantainya. Sebenarnya perairan Pantai Pasir Putih sangat jernih, tetapi berhubung waktu berkunjung ke sana sedang hujan, maka kejernihan yang didapat tidak sesuai yang diharapkan.

DSCN1723.jpg

Tetapi meskipun hujan dan arus kencang saat itu, tidak menghalangi kami untuk menyelami bawah laut Pulau Labengki ini. Satu persatu dari kami melompat terjun ke laut. Menyelam hilir mudik untuk bermain dengan ikan-ikan kecil yang cantik. Berpose di atas koral meja yang lebar-lebar dengan berbagai gaya. Pulau Labengki juga terkenal dengan sebutan “Giant Clam Marine Park Reservation”. Terumbu karangnya sungguh cantik memukau.

DSCN1729.jpg

Kalau tidak berani dengan kedalaman laut, sedikit saja berenang tidak jauh dari pantainya, kita sudah bisa menjumpai berbagai ikan yang cantik. Koral-koralnya pun masih terjaga dengan baik meskipun berada di pinggir pantai. Arus perairan ini memang agak deras dibandingkan perairan di Indonesia bagian Barat, maka dari itu kita harus tetap berhati-hati.

DSCN1738.jpg

Labengki merupakan sebuah pulau yang eksotis, di sekelilingnya bertebaran gugusan pulau-pulau karst yang membuatnya nampak menyerupai Raja Ampat. Selain itu ketika menuju ke sana pun apabila sedang beruntung, kita akan menjumpai kawanan lumba-lumba yang seolah mengiringi perjalanan kita.

Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Labengki adalah Bulan Mei-September. Hindari berkunjung di awal Bulan Agustus dikarenakan gelombang cukup besar. Bawa perbekalan yang cukup apabila berkunjung ke Pulau Labengki dikarenakan minimnya fasilitas seperti tidak adanya warung makan. Ketersediaan listrik di pulau ini mulai dari jam 18.00 sampai jam 24.00 saja. Jadi persiapkan semua peralatan elektronik yang dibawa terutama kamera agar bisa tetap digunakan untuk mengabadikan kenangan selama berada di pulau ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s