Berkunjung ke Rumah Nenek dan Mengapung di Goa Allo Sombori Sebelum Menuju Puncak Kayangan

Perairan tenang, air yang hijau jernih, tebing-tebing karst yang menjulang tinggi, lumba-lumba yang berloncatan lincah, semua itu mewarnai perjalanan kami menjelajahi sebuah pulau indah yang berada di Sulawesi Tengah ini.

IMG_9967-01.jpg

Sombori adalah sebuah pulau yang berada di Desa Mbokitta, Kecamatan Menui Kepulauan, Morowali, Sulawesi Tengah. Namanya kemudian dijadikan kawasan konservasi seluas 147.700 hektare yang terdiri dari gugusan pulau-pulau karang indah. Letaknya berada tepat di bagian Selatan Teluk Tolo, Kabupaten Morowali. Namun, akses terdekat menuju pulau ini bisa ditempuh melalui Kendari, Sulawesi Tenggara.

Perjalanan dari Pantai Biru Kota Kendari menuju Pulau Sombori bisa ditempuh selama 4 sampai 6 jam. Tergantung cuaca dan kecepatan kapal. Kita akan melewati Pulau Labengki di jalur Selatan dari Sulawesi Tenggara. Perjalanan bisa juga dengan menempuh dua tahap, yaitu jalur darat dan laut. Untuk lebih cepat, kita bisa melakukan perjalanan darat ke Kabupaten Konawe Utara dan dilanjutkan jalur laut selama 2 jam paling cepat menggunakan speed boat. Jika perjalanan ingin dimulai dari Poso, ibukota kabupaten Sulawesi Tengah untuk ke Sombori, maka jarak yang akan ditempuh adalah 15 jam perjalanan darat.

Kawasan konservasi perairan Sombori di Morowali disebut-sebut sebagai Raja Ampat dari Sulawesi Tengah. Miniatur Raja Ampat ini terkenal karena gugusan kepulauan karstnya yang memang menyerupai Raja Ampat. Sombori saat ini sedang diperkenalkan sebagai destinasi wisata baru karena memang sangat berpotensi. Selain gugusan karstnya yang menyerupai Raja Ampat, pemandangan alamnya pun juga tak kalah indah dengan Phi Phi Islands di Thailand.

DSCN1833-Gua Allo.jpg

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Morowali, menyebut Sombori bagaikan “Sepetak Surga yang Jatuh di Lautan Bumi Morowali”. Begitu masuk di kawasan Sombori, maka kita akan disuguhi pemandangan menakjubkan. Tebing karang tinggi mengapit di sisi kiri dan kanan. Laut yang di luar cukup berombak, tiba-tiba hilang. Yang tertinggal hanyalah dataran air, menyuguhkan pemandangan elok dan memukau.

DSCN1827-Gua Allo.jpg

Pulau Sombori juga memiliki keindahan bawah laut yang membuat para wisatawan lokal maupun mancanegara antusias pergi ke pulau ini untuk snorkling, menyelam, atau sekedar menikmati pemandangan alamnya. Kawasan ini memiliki terumbu karang indah yang tidak kalah dengan terumbu karang yang ada di Bunaken maupun Wakatobi. Selain itu, wisatawan juga bisa trekking ke Puncak Kayangan yang akan menyajikan pemandangan menyerupai Raja Ampat.

Satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan apabila berkunjung ke Sombori adalah mengunjungi seorang nenek yang tinggal di Teluk Sombori. Nenek tersebut tinggal seorang diri di tempat itu, sedangkan anak cucunya tinggal di desa, tetapi meskipun begitu, mereka sering menengok Sang Nenek. Tempat Sang Nenek tinggal oleh para wisatawan disebut sebagai Rumah Nenek. Mungkin karena penghuninya seorang nenek jadi diberi nama seperti itu.

IMG_5034-Rumah Nenek.jpg

Teluk Sombori  tempat Rumah Nenek berada ini berair sangat jernih serta berwarna hijau tosca. Selain itu, Rumah nenek juga sangat tenang dan damai karena memang rumahnya menyendiri tersembunyi di perairan yang tenang dan di kelilingi oleh pulau-pulau kecil di sekitarnya. Di belakang Rumah Nenek menjulang sebuah bukit karang yang kokoh. Apabila ingin menuju ke Gua Allo, maka kita akan melewati rumah nenek ini dari Desa Mbokitta.

DSC_0804-Desa Mbokitta.jpg

Mbokitta adalah nama sebuah pulau, daratan terpadat yang berada di antara pulau-pulau di Sombori. Jumlah penghuninya sekitar 200 orang dan mayoritas tinggal di rumah yang berdiri di atas laut. Nama pulau ini juga dijadikan nama desa bagi kelompok pulau di sekitarnya, yaitu Desa Mbokitta.

DSC_0798-Desa Mbokitta.jpg

Dari Desa Mbokitta rombongan menuju Rumah Nenek kemudian dilanjutkan ke Gua Allo. Gua Allo adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Sombori. Di Sombori banyak terdapat gua-gua yang didominasi oleh stalaktit dan stalakmit. Salah satunya adalah goa eksotis dengan pemandangan menyerupai Phi Phi Island Thailand, yaitu Gua Allo. Dari kejauhan sekilas yang terlihat hanyalah sebuah tebing batu tinggi menjulang di jernihnya air yang berwarna hijau tosca.

DSCN1829-Gua Allo

Begitu didekati, nampaklah mulut gua yang angkuh di pulau karst tersembunyi ini. Gua ini merupakan gua basah, air laut langsung bisa masuk ke dalamnya. Di dalam Gua Allo terdapat kolam air payau yang berada di bagian belakang gua. Kolam air payau ini akan sangat gelap jika matahari tidak bersinar cerah. Selain itu, di bagian depan gua ada sebuah kolam yang menyambung langsung dengan laut. Jadi saat kita sedang bermain di kolam itu dan ada ombak, maka kita akan terkena ombak juga. Menyenangkan sekali mengapung di kolam laut ini. Saat pandangan kita lurus menatap ke atas, nampak stalaktit yang menyerupai kristal bergantungan di langit gua.

DSCN1855-Gua Allo.jpg

DSCN1848-Gua Allo

DSCN1931-Gua Allo.jpg

 

Air di Gua Allo sangat jernih, apalagi ketika matahari bersinar. Dasarnya yang berpasir putih menimbulkan pantulan yang mempesona. Terdapat dua pintu masuk yang lumayan besar di Gua Allo. Apabila air laut sedang pasang, maka perahu bisa masuk melalui salah satu pintu yang berada di sebelah kiri. Di dinding gua juga nampak ada beberapa bagian yang berlumut.

DSCN1851-Gua Allo

Di depan pintu gua, kami menemukan beberapa teripang hitam. Di atas putihnya pasir bawah air, warna hitam sangatlah kontras sehingga menarik perhatian dan rasa penasaran. Setelah diangkat, ternyata benda itu adalah teripang. Teripang merupakan salah satu biota laut yang memiliki banyak manfaat.

DSCN1933-Gua Allo.jpg

Puas bermain di Gua Allo, rombongan meneruskan perjalanan ke Pulau Kayangan. Pulau Kayangan merupakan salah satu pulau di kawasan perairan Sombori yang cukup terkenal. Pulau Kayangan dijadikan  maskot utama Sombori karena pulau ini mempunyai kesamaan landscape dengan Raja Ampat. Pulau ini adalah spot terbaik untuk melihat keindahan Pulau Sombori. Untuk bisa menikmati pemandangan yang mirip Raja Ampat tersebut, kita harus trekking di tebing tinggi menuju puncak Pulau Kayangan yang dikenal sebagai Sombori Hills atau Puncak Kayangan.

DSCN2057-Kayangan Peak.jpg

Tebing setinggi kurang lebih 30 meter dengan batuan karst yang tajam, licin, dan rawan longsor harus kita daki agar dapat menyaksikan keindahan Pulau Sombori dari atas. Butuh kehati-hatian ekstra untuk mendaki tebing ini meskipun jarak tempuhnya sebentar dan tidak terlalu tinggi. Disarankan menggunakan sarung tangan apabila akan mendaki tebing ini untuk menghindari goresan bebatuan tajam pada tangan.

DSCN2093-Kayangan Peak.jpg

Begitu sampai di atas Puncak Sombori, kita akan mendapat pemandangan karang-karang yang membentuk bukit karst dengan warna air laut yang berwarna biru jernih. Pemandangan alam yang sangat mirip dengan pemandangan yang kita dapatkan di Raja Ampat, membuat kita terpukau dengan keindahannya. Perairan laut di sekitar Pulau Sombori ini juga memiliki gradasi warna biru dan tosca yang sangat cantik, ditambah bukit karst dengan batuan putih yang ditumbuhi rerumputan hijau.

DSCN2084.JPG

Tak banyak yang bisa kita lakukan di spot ini selain berfoto karena areanya memang sangat sempit dan berbahaya dengan banyaknya batuan karst yang tajam dan bawahnya langsung adalah laut. Spot ini masih tergolong sepi karena memang pengunjung belum sebanyak Raja Ampat, jadi kita bisa puas berlama-lama menikmati tempat ini bersama teman-teman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s