Gema Dharma Budha Dari Bumi Sejuta Pagoda, Bagan, Myanmar

2200 pagoda lebih? Membayangkannya saja sudah membuat penasaran. Bagaimana mengelilinginya? Butuh waktu berapa lama? Benar-benar luar biasa jika dibayangkan yang mana sekitar tiap beberapa meter terdapat pagoda. Maka tak heran jika Bagan menjadi destinasi utama dalam rangkaian perjalanan ke negara yang berjuluk Tanah Emas ini. Myanmar adalah salah satu negara di ASEAN yang baru membuka diri untuk perubahan dengan menerima banyak turis asing dari berbagai negara.

Suasana masih gelap ketika kami sampai di Old Bagan. Lelah sangat terasa setelah menempuh perjalanan selama sekitar 8 jam dari Inle dengan menggunakan bus malam. Tapi rasa lelah tersebut berusaha ditepis karena terbayang dipelupuk mata pemandangan matahari terbit dari salah satu puncak pagoda yang sangat fenomenal.

Bagan adalah suatu kota kecil yang ada di Myanmar. Sebuah kota yang terletak 600 km sebelah Utara Yangon. Tepatnya perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan pesawat udara dari Yangon, Myanmar. Jadi jika kita melihat peta Myanmar, letak Bagan berada persis ditengah-tengahnya. Persisnya dinegara bagian Mandalay, district Nyang-U. Jika ingin lebih murah, perjalanan ke Bagan bisa ditempuh dari Yangon ataupun Inle dengan menggunakan bus malam selama sekitar 8-10 jam.

Bus malam yang menuju Bagan sangatlah nyaman. Ada beberapa pilihan kelas dan jam keberangkatan, tinggal menyesuaikan isi kantong dan jadwal perjalanan saja. Untuk kelas VIP tersedia dengan bangku berjajar 2 + 1. Sedangkan untuk kelas ekonomi tersedia dengan bangku 2 + 2. Harga tiket berkisar $16 sampai 2$20.

Kota Bagan sesungguhnya terbagi dari 2 bagian, Bagan kota lama (Old Bagan) dan Bagan kota baru (New Bagan). Dulunya semua pemukiman berada di kota lama dimana terdapat pagoda-pagoda tersebut. Sekitar tahun 1990 an, mereka dipindahkan ke Bagan baru (New Bagan) untuk menjadi pemukiman baru. Perbedaannya sangat menonjol di dua tempat ini. New Bagan adalah daerah baru, dengan banyak hotel. Tidak ramai daerahnya dikelilingi pemukiman. Bagan lama (Old Bagan) daerah dengan dikelilingi pusat pemerintahan dan beberapa pagoda disekitarnya. Beberapa hotel dan pertokoan juga kita temukan di daerah ini.

IMG_20170818_154040.jpg

Untuk masuk ke kawasan Bagan, wisatawan diharuskan membayar entrance fee sebesar $20 atau K25000. Untuk menjelajahi Bagan kita bisa menggunakan beberapa alternative pilihan. Bisa menggunakan mobil atau taksi rental, pedati, motor listrik, dan bisa juga menggunakan sepeda. Bahkan ada beberapa wisatawan yang menjelajahi Bagan dengan berjalan kaki. Buat saya, mereka sangat luar biasa. Berjalan kaki menyusuri wilayah Bagan yang sangat panas, berdebu, dan gersang.

DSC_0077.jpg

Selain terkenal dengan kumpulan pagodanya, Bagan juga terkenal karena atraksi balon terbangnya. Balon udara di Bagan merupakan balon udara komersial pertama di Asia Tenggara. Sayangnya, waktu saya berkunjung ke sana, bukan merupakan musim dimana balon terbang mengudara. Bulan Oktober-Maret merupakan musim terbaik traveling ke Myanmar. Cuaca lebih bersahabat dan balon udara kemungkinan besar akan mengudara.

Beberapa pagoda dan kuil tampak sudah rapuh dan keropos karena temakan usia dan juga akibat bencana alam, namun pemerintah Myanmar berusaha untuk tetap menjaga tempat ini agar tetap menyerupai Bagan seperti pada awal dibangun. Semua itu terlihat dari perbaikan, pengecatan ulang dinding, atau bagian atap pagoda dan kuil.

Hal yang paling dicari oleh para wisatawan di Bagan adalah pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam yang sungguh sangat memukau. Pengunjung bisa menaiki beberapa pagoda tertentu untuk mendapatkan pemandangan terbaik mengintip matahari terbit maupun terbenam.

DSC_0991.jpg

Saya menikmati sunrise dari puncak Shwesandaw Pagoda. Salah satu pagoda tertinggi yang ada di Old Bagan. Suasana masih gelap ketika saya sampai. Perlahan-lahan saya mendaki tangga untuk menuju puncak pagoda. Dan ternyata, di puncak pagoda tersebut telah ramai wisatawan dari berbagai belahan dunia.

DSC_1003.jpg

Dengan sabar kami menanti sang mentari menyapa. Hening, semua bersabar menanti dalam senyap. Mungkin bergelut dengan kecamuk hati masing-masing. Merasa kecil berada di belantara pagoda ini. Berada di atas salah satu puncak pagoda tertinggi menikmati keindahan alam.

DSC_1035.jpg

Selain Shwesandaw Pagoda, ada juga Shwezigon Pagoda yang menurut saya adalah pagoda yang paling cantik di Bagan karena sebagian besar pagoda ini berwarna kuning keemasan. Shwezigon Pagoda adalah salah satu yang terkenal dari ribuan pagoda yang ada di Bagan.

DSC_0033

Konon di Shwezigon Pagoda tersimpan replika gigi Budha. Pagoda ini berlokasi di Barat Laut Kyanzittha Umin dekat tepi Sungai Irrawaddy, di daerah Nyaung U dan Wetkyi-In. Shwezigon pagoda merupakan bangunan pertama yang dibangun di Burma pada tahun 1087. Pagoda cantik ini pada awalnya dibangun oleh Raja Anawrahta dan diselesaikan oleh Raja Kyanzitta. Ternyata pagoda ini merupakan prototype pembangunan Pagoda Shwedagon yang tersohor itu.

DSC_0100.jpg

Konon semua pagoda yang ada di Old Bagan merupakan peninggalan dari abad ke-3 hingga abad ke-13. Tidak mungkin semua pagoda habis dijelajahi, tapi setidaknya kita bisa membuat daftar dari pagoda yang paling populer di kawasan Bagan berdasarkan areanya. Seperti Thatbyinnyu, biara Ananda, Pagoda Bu Paya, Dhammayangyi, Gawdawpalin, Htilomino, Mingalarzedi, Mahabodhi, dan  Pahtothamya yang berada di Old Bagan.

Selanjutnya saya mengunjungi pagoda tersuci di Bagan, Ananda Phaya, yang dibangun oleh Raja ketiga Bagan, Raja Kyanzittha di tahun 1105. Kata Ananda sendiri bermula dari kata Pali “Anantapannya”, yang artinya kebijaksanaan tanpa batas.

Pagoda ini berisikan 4 Buddha Keemasan dengan posisi Berdiri yaitu Buddha Kassapa menghadap Selatan, Kakusanda menghadap Utara, Konagamana dengan posisi mudra tangan terentang kebawah (bermakna mengelola terhadap penderitaan) menghadap Timur dan Buddha Gautama dengan abhaya mudra (posisi tangan terbuka di depan dada seperti menahan dengan makna tidak takut) menghadap Barat. Keempat patung Buddha yang telah mencapai Nirwana ini tingginya mencapai hampir 10 meter.

Menurut informasi, hanya Buddha Kassapa dan Kakusanda yang lebih bergaya Bagan dan memiliki posisi mudra dhammachakka (posisi tangan saat Sang Buddha memberi pelayanan pertama) yang masih asli, sedangkan dua patung lainnya yang lebih bergaya Mandalay merupakan replika karena sebelumnya terbakar. Seluruh patung Buddha terbuat dari kayu jati utuh, tetapi ada yang mengatakan bahwa Buddha Kassapa yang menghadap arah selatan terbuat dari perunggu. Di dekat kaki Buddha Gautama terdapat patung seukuran manusia yang merepresentasikan Raja Kyanzittha dan Shin Arahan, pendeta Buddha yang mentahbiskan Raja menjadi Buddhist Theravada.

Pada tahun 1990 dalam rangka memperingati 900 tahun pembangunan Ananda Phaya, puncak stupa dilapisi emas. Sementara lapisan luar seluruh dinding tetap berwarna putih dibersihkan secara periodik. Ananda didirikan berdasarkan legenda 8 pendeta Buddha yang menceritakan kenyamanan meditasi di tempat mereka di Himalaya kepada Raja Kyanzittha. Sang Raja yang memang ingin memiliki pagoda sejuk di dataran Bagan yang panas dan membosankan, kemudian menyuruh para arsiteknya mendirikan pagoda ini. Setelah pagoda ini terbangun, Raja membunuh seluruh arsiteknya agar keunikan teknik sejuk dari pagoda ini tetap terjaga.

Sebenarnya struktur pagoda ini sangat sederhana. Bagian Utama yang berukuran 53 meter di setiap sisinya, dan dekorasi serupa Stupa Utama menjulang ke atas. Koridor masuk dibuat membentuk salib sempurna dengan setiap ujung koridor memiliki dekorasi menyerupai stupa. Yang mengagumkan adalah pintu dari kayu jati berukir yang sangat besar, yang memisahkan ruang dalam dari ruang-ruang bagian luar.

Ceruk-ceruk di sekitar Ruang Utama berisikan patung-patung berlapis emas termasuk patung reclining Buddha ukuran kecil. Dekorasi dan ukiran yang cantik terutama dekorasi pintu bagian atas juga patung-patung penjaga pintu.

Jika Anda ingin mencicipi citarasa Bagan, kita bisa mampir ke restoran bernama A Little Bit of Bagan. Restoran tersebut bukan hanya menawarkan cita rasa Myanmar, menu Thailand hingga India juga menjadi menu santapan paling laris.

Sedangkan untuk menginap, terdapat banyak pilihan hotel di Bagan, terutama di Nyaung U. Harganya pun bervariasi. Ada Shwe Nadi Guest House, Sky View Hotel, Aung Mingalar Hotel, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s