Jejak Peradaban di Kota Sejuta Bunga

Magelang, di wilayah inilah salah satu keajaiban dunia yang sudah sangat tersohor hingga mancanegara berada. Warisan leluhur yang menjadi saksi bisu perjalanan peradaban selama berabad-abad. Peninggalan wangsa Syailendra yang mendunia dan tercatat dalam tujuh keajaiban dunia UNESCO. Borobudur, candi Budha terbesar di dunia, salah satu kebanggaan Indonesia.

DSCF2389.jpg

Borobudur ditemukan  tepatnya pada tahun 1814 Masehi pada masa pemerintahan Inggris di Jawa dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles yang memang memiliki ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan Jawa. Kemudian pada tahun 1882 Masehi, bangunan Candi Borobudur disarankan agar segera dipugar seluruhnya untuk menyelamatkan relief maupun artefak yang tersisa karena maraknya pencurian dan kondisi yang kurang stabil pada saat itu.

Candi Borobudur menjadi candi Budha yang tertua karena di bangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dibangun, yaitu kira-kira pada pertengahan abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II. Sedangkan Candi Borobudur dibangun antara kurun waktu 760 sampai dengan 830 Masehi pada saat masa pemerintahan Dinasti Syailendra tepatnya masa dimana banyak pengikut ajaran agama Budha Mahayana.

Ratusan tahun Candi Borobudur terkubur di dalam lapisan tanah dan debu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi yang kemudian lama-kelamaan tanah tersebut ditumbuhi pepohonan dan semak belukar. Masyarakat pun bahkan tidak tahu-menahu bahwa bukit disekitar lingkungan mereka adalah merupakan kuburan dari sebuah candi raksasa. Karena pada saat itu Candi Borobudur benar-benar menyerupai bukit pada umumnya.

Terdapat 10 tingkat pembagian pada Candi Borobudur yang berbentuk punden berundak. Filosofi yang terkandung pada 10 tingkat bangunan Candi Borobudur tersebut adalah untuk melambangkan tahap dan proses hidup manusia. Bangunan Candi Borobudur memiliki enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat pelataran melingkar. Pada dinding candi juga dihiasi dengan panel relief sebanyak sekitar 2.672 relief serta terdapat 504 arca Budha. Stupa utama Borobudur yang paling besar terletak di tengah sekaligus menjadi mahkota di puncak bangunan ini.

DSC_0447.jpg

Lokasi Candi Borobudur sendiri terletak di kota Magelang, Jawa Tengah. Untuk alamat pasti dan lengkapnya, Candi Borobudur berada di Jalan Badrawati, Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah. Berada sekitar 100 km dari kota Semarang, 86 km dari Surakarta, dan berjarak 40 km dari Yogyakarta, Candi Borobudur menempati lokasi yang strategis karena terletak di tengah-tengah.

Aktifitas yang bisa wisatawan lakukan di Candi Borobudur apabila berkunjung pagi hari adalah menikmati panorama matahari terbit. Selain itu, kita bisa juga berkeliling disekitar area candi dengan menggunakan kereta taman atau mobil antik. Dan jika ingin mendapatkan panorama utuh bangunan candi di kala matahari terbit, kita bisa mengunjungi sebuah bukit yang bernama Punthuk Setumbu.

Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 mdpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh, Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang. Dulunya tempat ini merupakan ladang penduduk. Namun setelah seorang fotografer mengabadikan foto matahari terbit Borobudur yang indah dari tempat ini, orang-orang pun berdatangan untuk mengunjungi tempat ini guna menyaksikan matahari terbit yang indah berlatar sosok agung Candi Borobudur di kejauhan.

DSC_0519.jpg

Jarak Candi Borobudur ke Punthuk Setumbu sekitar 4 km. Bisa ditempuh dengan mobil maupun sepeda motor. Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan matahari terbit dari Punthuk Setumbu, maka waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah saat musim kemarau yaitu sekitar Bulan Juni hingga Agustus. Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Borobudur di kala fajar disarankan untuk tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking melewati sebuah jalanan berundak sekitar 15 menit untuk mencapai puncak.

Di Punthuk Setumbu terdapat semacam gardu pandang yang memungkinkan wisatawan mengambil objek foto Candi Borobudur di kejauhan. Selain itu tak jauh dari lokasi candi berada, jika kita melebarkan pandangan ke sebelah kiri, maka akan nampak sebuah bangunan gereja yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam, bertengger di puncak Bukit Rhema. Ketika fajar menjelang, Gereja Ayam nampak bersinar dari kejauhan, itu dikarenakan pada mahkota “ayam” tersebut dipasangi banyak lampu hias.

Gereja Ayam merupakan sebuah bangunan tua yang sebenarnya berbentuk merpati duduk di tanah dengan bagian kepalanya terdapat sebuah mahkota. Gereja Ayam merupakan bangunan tempat ibadah yang diperuntukkan untuk semua agama. Dibangun tahun 1990 oleh seorang pengusaha. Gereja Ayam menjadi sangat terkenal ketika muncul di sebuah film lokal.

DSC_0531.jpg

Bangunan tersebut berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Berjarak tak jauh dari Punthuk Setumbu, namun apabila ingin berkunjung ke gereja ini, kita harus trekking dengan medan yang masih berupa tanah berdebu sekitar 150 meter. Lalu sekitar 150 meter kemudian, trek berubah menjadi undak-undakan.

Gereja yang juga disebut Rumah Doa ini sebenarnya bangunannya belum selesai sempurna karena keterbatasan dana serta pertentangan dari warga sekitar. Sebelum terbengkalai, rumah doa tersebut dibangun mulai tahun 1991 hingga kepalanya pada tahun 1995. Lalu pada awal 2000, sempat ditutup karena pertentangan dari warga sekitar.

Di dalam gereja ini kita akan menjumpai banyak ruangan-ruangan yang diperuntukkan untuk beribadah bagi semua agama. Ada juga sebuah papan bernama “Wall of Hope” yang ditujukan untuk menempelkan lembaran kertas berisikan harapan dan doa para pengunjung. Dan jika kita ingin menuju puncak gereja yang mana merupakan kepala ayam, maka pada dinding sepanjang lorong kita akan menjumpai mural-mural yang sarat akan makna kehidupan.

DSCF2573.jpg

Saat berada di puncak mahkota ayam, pengunjung akan mendapati panorama alam yang indah. Jika cuaca cerah, di kejauhan akan terlihat Candi Borobudur yang berdiri megah. Ketika kita mengedarkan pandangan berkeliling, nampak pemandangan mengagumkan bukit menoreh yang membuat kita enggan untuk beranjak pergi.

Sebenarnya ada banyak candi bertebaran di wilayah Magelang karena Magelang merupakan wilayah pegunungan. Pegunungan merupakan tempat yang dianggap cocok bagi umat Hindu atau Budha untuk membangun candi. Hal itu tidak lain karena mereka meyakini bahwa dewa-dewa bersemayam di gunung. Maka dari itu, tidak heran jika Magelang memiliki begitu banyak situs candi karena topografi Magelang yang penuh dengan gunung dan bukit.

Selain Candi Borobudur, sekitar 3 km tidak jauh jaraknya dari Candi Borobudur terdapat sebuah candi Budha yang bernama Candi Mendut. Candi Mendut dibangun juga oleh Dinasti Syailendra pada 824 Masehi. Di dalam Candi Mendut terdapat tiga arca, yaitu arca Dhyani Buddha Wairocana diapit Boddhisatwa Awalokiteswara dan Wajrapani. Kata mendut sendiri berasal dari kata Venu, Vana, Mandira yang artinya candi yang berada di tengah hutan bambu.

DSC_0484.jpg

Candi Mendut juga sempat terkubur lahar Gunung Merapi selama ratusan tahun. Penemuan kembali Candi Mendut terjadi di tahun 1836. Pada saat itu, seluruh bagian candi berhasil ditemukan kecuali bagian atap dari candi.

DSC_0486.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s